MamaOla

Showing posts with label lagu. Show all posts
Showing posts with label lagu. Show all posts

Wednesday, May 5, 2010

Nyanyian yang Mengubah Sejarah

Nyanyian yang Mengubah Sejarah

In age and feebleness extreme,
Who shall a helpless worm redeem?
Jesus, my only hope Thou art,
Strength of my failing flesh and heart,
O, could I catch a smile from Thee
And drop into eternity!

Lagu ini didiktekan oleh Charles Wesley, sang Pujangga Metodis kepada istrinya, sesaat sebelum sang pengarang menghembuskan nafasnya yang terakhir. Lagu terakhir ini melengkapi sekitar 6.500 lagu lainnya yang sudah ditulis seumur hidupnya.

Waktu itu Inggris sedang mengalami masa yang sulit. Korupsi dan kebejatan moral berlangsung dengan hebat. Revolusi industri baru dimulai sehingga terjadi perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Banyak orang tergoncang dan merasa tersingkirkan. Ketimpangan sosial terjadi dimana-mana. Sementara itu, ide-ide tentang pencerahan (enlightenment) dengan pandangan-pandangan yang menekankan rasionalisme, semakin populer.

Keadaan itu makin parah karena gereja menjadi dingin dan beku, tidak lagi memiliki antusiasme dan kehangatan. Belum lagi negara yang mengendalikan gereja dan membuatnya menjadi seperti panggung sandiwara.

Di saat seperti itulah, tepatnya tanggal 21 Mei 1738, Charles Wesley bertemu secara pribadi dengan Kristus. Pertemuan itu mengubah seluruh arti dan perjalanan hidupnya. Charles sadar bahwa selama ini ia hanya menjalankan kehidupan agamawi, tanpa mengenal Kristus secara pribadi sama sekali. Pada hari itu ia membuka Mazmur 40:4, “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.”

Tuhan menepati FirmanNya. Keesokan harinya Charles langsung  menulis lagunya yang pertama, yang diberi judul “And Can It Be?”

Lama sudah terpenjara rohku
Erat terikat dalam dosa dan malam alam
Mataku mengabur sinar berkelebat
Ku terbangun, penjara membara oleh cahya
Rantaiku luruh, hatiku bebas
Ku bangkit, berjalan dan mengikut Dikau

Tuhan mengurapi lagu-lagunya itu sehingga menembus hati orang-orang yang putus asa, tersingkirkan, dan dari kelas bawah yang tidak terjamah oleh Gereja Inggris, yang saat itu lebih mementingkan penampilan luar seseorang. Pada saat bersamaan, John Wesley (kakak Charles) pun mulai meraih orang-orang ‘terbuang’ ini lewat khotbah-khotbahnya. Kakak-beradik ini berkhotbah dan bernyanyi kepada orang-orang di penjara, di pertambangan, dan di lapangan terbuka.

Sejarah mencatat bahwa lagu-lagu Charles Wesley membuat gerakan kebangkitan rohani pada abad 18 menjadi sangat efektif karena berhasil mengubah kehidupan banyak orang. Nyanyian menjadi alat untuk mengajar Firman Tuhan dan mengekspresikan sukacita seperti yang ditekankan oleh Marthin Luther. Para ahli sejarah memperkirakan, kalau orang-orang Inggris tidak dijamah dan disentuh oleh gerakan ini, bukan tidak mungkin revolusi berdarah di Perancis terjadi juga di Inggris!

Semoga Tuhan membangkitkan para komposer, musisi dan penyanyi yang dapat mengubah sejarah Indonesia. ** (Henry Sujaya)

Sunday, May 2, 2010

Michael W. Smith: LOVE AT THE FIRST SIGHT

Michael W. Smith:

LOVE AT THE FIRST SIGHT


I will be here for you…

Somewhere in the night

Michael W. Smith bukan nama yang asing buat banyak orang, terutama orang Kristen. Suaranya yang serak-serak enak, tampangnya yang ‘sedikit’ ganteng bikin banyak orang kesengsem. Di balik semua ketenarannya itu, ternyata Michael…

Michael Kecil


Lahir di akhir tahun 1957, Michael tumbuh sebagai seorang anak yang biasa-biasa saja di Kenova, AS. Orang tuanya mengarahkan dia untuk aktif di gereja sejak kecil, dan seperti banyak anak yang lain di sana, Michael senang sekali main baseball, selain hobbinya bermain piano. Bahkan  cita-citanya sejak kecil adalah untuk menjadi pemain baseball professional. Tapi makin hari, bakatnya di bidang musik makin menonjol, sehingga saat memasuki tahun pertama kuliah, tujuan hidupnya menjadi lebih jelas, sehingga ia memutuskan untuk melepaskan kuliah dan mengembangkan karir musiknya secara profesional.

Memburu Calon Istri


Sewaktu Michael bekerja di Benson Publishing Group sebagai seorang penulis lagu, ia sempat berkata, “Tuhan nggak usah melakukan apa-apa lagi untukku. Aku nggak membutuhkan kontrak rekaman lain, gaji yang lebih besar, seorang pacar apalagi seorang istri. Aku sudah punya segalanya. Aku bahkan dibayar untuk melakukan sesuatu yang aku sukai, inilah puncak hidupku”.

Suatu hari, seorang wanita berjalan melewati kantornya, namanya Deborah Kay Lewis. Michael terkejut sekali waktu melihat wanita itu, karena menurut dia, Deborah adalah wanita tercantik yang pernah dilihatnya.

Saat itu juga Michael menelepon ibunya. Ia mengatakan bahwa ia baru saja berjumpa dengan calon istrinya. Berita tiba-tiba itu membuat ibunya kebingungan, apalagi waktu ibunya menanyakan siapa nama si ‘calon istri’ itu, Michael menjawab bahwa ia belum tahu siapa nama wanita itu. “Aku baru akan berkenalan dengannya Bu, aku harus pergi sekarang untuk mencari tahu!” kata Michael sambil tergesa-gesa menutup telepon dan berlari keluar untuk memburu calon istrinya itu.

Akhirnya Michael berhasil menemui Debora ketika ia baru saja keluar dari …toilet! Mereka pun langsung berkenalan, bertunangan 2 minggu kemudian dan menikah 4 bulan setelahnya. Wah…tidak disarankan buat ditiru nich.

Meniti Karir


Tahun 1982 karir musik Michael makin terbuka lebar, terutama ketika ia diminta untuk menjadi pemain keyboard untuk Amy Grant (saat itu Amy sudah terkenal) sambil tetap menulis lagu bagi dirinya sendiri.

Manajer Amy Grant, Mike Blanton & Dan Harrell melihat bahwa Michael memiliki potensi yang sangat besar. Tapi saat itu tidak ada satu pun perusahaan rekaman Kristen yang mau mengotrak Michael, sehingga mereka terpaksa memutuskan untuk mendirikan perusahaan rekaman sendiri dan memulainya dengan Michael W Smith dan Kathy Troccoli. Album pertama Michael keluar di tahun 1983, dan sejak saat itu ia berhasil menelurkan 26 lagu hits dan memenangkan 34 Dove Award (penghargaan model Grammy Award untuk musik rohani).

Sampai hari ini Michael tetap melayani Tuhan lewat musiknya. Salah satu albumnya yang paling baru adalah ‘Worship’, yang meledak di AS karena banyak orang merasa mendapat ketenangan dan bertemu dengan Tuhan, setelah peristiwa runtuhnya WTC. Kalau ingin mendengar lagu-lagu lamanya, memang sudah jarang ada di pasaran. Tapi saat ini ada 2 album terakhir yang cukup ‘anyar’: The 1st Decade (sudah bisa dicari di toko rohani) dan The 2nd Decade (sudah keluar di tahun 2003 diharapkan akan segera dirilis di Indonesia oleh Aenon International yang dulu merilis album instrumentalnya juga). Kedua album ini adalah kumpulan lagu-lagu terbaik Michael W Smith selama 20 tahun pelayanannya. Rasanya tidak akan mengecewakan ** (Bloer). GETLIFE - www.inspirasianda.com